Miris Sekali, Nenek Tua Hidup Bersama Anak Keterbelakangan Mental

nenek tua asal lamongan ini harus hidup bersama anak yang keterbelakagan mental

KATAKOM.com – Siapapun yang tahu kehidupan nenek tua yang berusia 80 tahun warga Dusun Sekar Putih, Desa Rancangkencono, Kecamatan Lamongan Jawa Timur, pasti akan merasa sedih, empati  dan iba. Kenapa tidak, nenek yang biasa di panggil Seniti ini sudah tidak bisa beraktivitas, untuk bertahan hidup saja hanya dari belas kasihan tetangganya.

Bahkan si nenek seniti ini harus menanggung keponakannya, bernama Hariyono (30tahun) yang hidup bersamanya. Sang keponakan ini juga tidak bisa bekerja apa-apa,karena ia menderita keterbelakangan mental.

Nenek Seniti sudah tidak punya siapa- saiapa. Sementara keponakanya “Hariyono” juga tidak lagi memiliki kedua orang tua karena sudah meninggal dunia.

Nenek Seniti sendiri kini hanya bisa duduk  dan bergolek di atas tempat tidur dengan alas kasur yang tipis.

Rumah tua yang berukuran 6 x 7 meter terbuat dari bahan kayu dengan dinding anyaman bambu dengan lantai tanah, rumah ini menjadi teman keseharian nenek Seniti dan Hariyono.

Pada 3 tahun yanag lalu, nenek Seniti masih bisa mencari sedikit rupiah meski hanya memelihara kambing milik orang lain yang dititipkan kepadanya. Namun sejak tahun 2015, nenek yang sudah tua ini sudah tidak bisa berjalan.

“kebutuhan pokok seperti Makan dan keperluan lain dibantu oleh tetangganya ,” ungkap pak Kades Rancangkencono, Sutaji kepada Surya, Sabtu (20/1/2018).

Keperluan untuk buang air kecil, nenek dibantu dengan pemasangan pempers. termasuk urusan buang air besar (BAB), mengganti pempers juga di bantu oleh tetangganya.

“untuk Keperluan pempers nenek ini, saya dan istri saya yang membelikanya,” ujar Sutaji.

Sedangkan untuk urusan lainya seperti makan dan minum, para tetangga bergiliran membantu mengirim nenek ini makanan.

Saat ditemui oleh Surya, Sutaji yang sedang melaksanakan hajatnya merenovasi rumah nenek Seniti mengungkapkan, rumah nenek seniti ini renta, ia bangun supaya layak huni.

Sutaji tidak tega melihat nenek seniti warganya yang diusia udzur ini harus menanggung kehidupan yang sangat berat.

Renovasi rumah nenek seniti yang tidak layak huni itu diakui Sutaji menggunakan keuangan pribadinya. Kamar mandi dan WC dibangunkan di dalam rumah, agar para tetangganya mudah kala membantu mbah Seniti.

Bagaimana mengecek kesehatan mbah Seniti secara rutin? untuk urusan kesehatan tidak perlu dipikirkan, karena Sutaji seorang mantri kesehatan rutin memeriksanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: